Palace Hotel Tokyo meluncurkan paket menginap bertema fashion berjudul Couture Tokyo yang dirancang untuk memberi tamu pengalaman mendalam tentang estetika dan kerajinan busana Jepang. Paket ini menempatkan mode dan tekstil sebagai jendela untuk memahami budaya dan selera artistik Jepang.

Paket Couture Tokyo menonjolkan serangkaian tur kurasi, makan malam kaiseki bertema, serta hadiah eksklusif dari merek-merek Jepang terpilih. Program ini juga menghadirkan akses privat ke ruang dan butik yang mewakili berbagai sisi industri mode di Tokyo, dari tradisi kimono hingga inovasi streetwear.
Couture Tokyo: Isi paket dan pengalaman
Paket menginap ini mencakup dua malam penginapan dengan sarapan harian yang bisa dinikmati di kamar atau di Grand Kitchen, serta sebuah makan malam kaiseki khusus di restoran Wadakura yang terinspirasi oleh gaya Kenzo Takada. Tamu juga mendapat tote bag orisinal Palace Hotel Tokyo hasil kolaborasi dengan suzusan, merek tekstil Jepang kontemporer, serta sebuah hadiah dari merek yang menjadi bagian dari tur pilihan tamu.
Salah satu fitur utama paket adalah tur mode privat berdurasi sekitar 3–4 jam yang termasuk layanan mobil pribadi. Tamu dapat memilih salah satu dari tiga rute yang menonjolkan keluwesan sejarah dan kreativitas mode Jepang. Ada pula opsi tambahan, dengan biaya terpisah, untuk dituntun langsung oleh Kaori Nakano—scholar mode dan budaya mewah—yang bisa datang bersama penerjemah bila diinginkan. Untuk tamu yang menginginkan pengalaman lebih personal, tersedia juga tur setengah hari sekitar enam jam yang disesuaikan sepenuhnya oleh Nakano (dengan biaya tambahan).
Tiga rute eksplorasi mode Tokyo
Tur pertama membawa tamu ke Ginza, kawasan belanja ikonik yang menampung institusi bersejarah seperti Wako di dalam Seiko House. Di sana, tradisi kerajinan Jepang bertemu desain kontemporer dan jam tangan mewah; lantai khusus perhiasan menampilkan karya-karya yang dirancang dan dibuat oleh tim in-house. Lantai bawah Wako yang bernuansa galeri menampilkan pameran seni, termasuk karya maestro hidup dan talenta muda. Sebagai kontras, tamu juga bisa singgah ke Dover Street Market yang menawarkan pendekatan edgy dan eklektik terhadap mode kontemporer.
Rute kedua menelusuri Daikanyama, dimulai dari butik flagship Jun Ashida, sosok penting dalam sejarah prêt-à-porter Jepang. Warisan Ashida berlanjut melalui rumah mode yang kini dipimpin oleh Tae Ashida. Di kawasan yang sama, MIZEN TOKYO Atelier + Showroom mengusung filosofi “Slow Fashion, Slow Luxury,” memadukan bengkel dan butik untuk menekankan nilai karya dan ketelitian proses pembuatan.
Omotesando, Ura-Harajuku, dan warisan kimono
Rute ketiga memadukan kemewahan Omotesando dan kreativitas Ura-Harajuku. Tur ini memasukkan kunjungan ke Kimono Yamato serta label di bawah payung kreatifnya seperti KIMONO ARCH dan Y. & SONS, yang menghadirkan kimono untuk pemakaian sehari-hari, serta interpretasi modern untuk pria yang dapat dipadankan dengan pakaian Barat. Di sana tamu akan mempelajari bagaimana warisan kimono diolah menjadi desain yang relevan dalam kehidupan kontemporer.
Selain itu, kawasan ini menampilkan merek-merek inovatif seperti CFCL yang memproduksi knitwear menggunakan teknologi 3D knitting untuk mengurangi limbah material, serta PORTER yang terkenal dengan tas buatan tangan; di flagship store PORTER, pengunjung dapat menyaksikan pengerjaan kerajinan secara langsung di workshop yang terintegrasi.
Rincian praktis dan ketersediaan
Paket Couture Tokyo dapat dipesan untuk menginap mulai 22 Juli 2026, dengan tarif awal JPY 372.000 untuk dua tamu. Tarif tersebut sudah termasuk pajak konsumsi 10%, namun layanan akan dikenai biaya servis 15% dan pajak akomodasi Tokyo sebesar JPY 200 per orang yang dibebankan terpisah. Pemesanan harus dilakukan paling lambat 14 hari sebelum tanggal menginap, dan beberapa elemen khusus—seperti presentasi shabu-shabu yang menjadi favorit Kenzo Takada di Wadakura—hanya tersedia atas permintaan dan memerlukan pemberitahuan sebelumnya.
Paket ini ditujukan untuk pecinta mode dan pengunjung yang ingin mendalami cerita di balik label dan lingkungan yang membentuk lanskap fashion Tokyo. Dengan kombinasi tur berpemandu, pengalaman kuliner, dan kesempatan bertemu langsung dengan proses produksi serta pengrajin, program ini menawarkan perspektif yang lebih kaya tentang bagaimana tradisi dan inovasi saling berinteraksi dalam dunia busana Jepang.
