Sahil Jadhav mengarahkan perhatiannya pada Asian Games 2026 sambil membawa motivasi tak terduga: sebuah buku karya pebalap kriket. Nama Sahil Jadhav kini disebut-sebut sebagai salah satu bibit menjanjikan panahan India yang siap menantang rival-rival kuat Asia.

Di tengah persiapan intensif, Jadhav mengatakan buku The Winner’s Mindset karya Shane Watson membantunya mengelola tekanan dan menjaga konsentrasi saat bertanding. Ia mulai membacanya sekitar sebulan lalu sebagai cara mengurangi waktu membaca layar ponsel, namun menemukan pelajaran penting soal mentalitas juara.
Sahil Jadhav dan perjalanan panjang menuju level nasional
Perjalanan Jadhav dalam dunia panahan bukanlah cerita cepat. Pemuda asal Satara itu baru menekuni olahraga ini pada usia 19 tahun dan harus melewati masa-masa penuh tantangan. Butuh waktu tujuh tahun sebelum ia akhirnya mengangkat medali nasional pertamanya pada 2024, sebuah emas di kejuaraan nasional senior.
Proses itu, menurut Jadhav, menguji kesabaran dan ketangguhan mentalnya. Setiap tahun ia kerap kali kalah tipis, namun dukungan keluargalah yang membuatnya bertahan. “Keluarga saya berkorban lebih banyak daripada saya. Mereka berdiri di belakang saya pada masa-masa sulit dan mendukung saya dalam segala hal,” ujarnya.
Lonjakan prestasi internasional dan momen penting
Setelah meraih sukses di kancah nasional, Jadhav mulai mencatatkan prestasi internasional. Pada World University Games 2025 ia keluar sebagai juara individu dan membawa pulang perak di nomor beregu. Tahun berikutnya, prestasinya berlanjut dengan meraih perunggu di nomor individu compound pada Stage 2 Archery World Cup 2026 di Shanghai, yang menjadi hasil terbesar dalam kariernya sejauh ini.
Baca juga: Lebih dari 4,25 Lakh Perempuan Daftar Delhi Lakshmi Yojana, 1,49 Lakh Sudah Ajukan Formulir
Melihat namanya di podium, Jadhav tak bisa menahan haru. Ia mengaku langsung teringat pada pengorbanan orang tua dan perjuangan panjang yang dilalui selama bertahun-tahun untuk mencapai titik ini.
Fokus mental dan perincian teknis sebagai kunci di Asian Games
Bagi Jadhav, kebugaran dan teknik saja tidak cukup untuk mengalahkan tim-tim besar seperti Korea Selatan, China, dan Jepang. Ia menekankan pentingnya memperbaiki detail kecil yang kerap menentukan selisih satu atau dua poin: ketenangan saat tekanan, sedikit koreksi teknik, dan konsistensi di momen krusial.
“Seleksi tim India adalah salah satu yang tersulit di dunia. Jika kami berhasil masuk tim nasional, berarti kami punya potensi untuk menaklukkan yang terbaik di dunia. Namun kadang kami kehilangan medali karena kesalahan kecil atau gugup di bawah tekanan. Kita perlu mengatasi hal itu. Kalau kami memberi 100 persen, tidak seharusnya ada masalah,” ujar Jadhav.
Peran SAI dan fasilitas latihan di Kolkata
Saat ini Jadhav berlatih di Pusat Keunggulan Nasional SAI, Eastern Centre di Kolkata, tempat yang menurutnya ideal untuk persiapan menuju Asian Games—yang akan bergulir di Aichi-Nagoya, Jepang. Ia menyebut telah menempuh latihan di fasilitas SAI selama tiga sampai empat tahun terakhir.
Jadhav menilai dukungan lembaga sangat penting, mencakup pengaturan latihan, tempat tinggal, konsumsi, serta peralatan. “SAI memegang peranan krusial atas keberhasilan internasional yang saya raih,” tuturnya, menegaskan betapa bantuan institusi membantu atlet fokus pada persiapan dan kompetisi.
Dengan kombinasi persiapan fisik, pelajaran mental dari bacaan, serta dukungan keluarga dan lembaga, Sahil Jadhav memasuki Asian Games 2026 dengan ambisi kuat. Ia berharap pengalaman pahit dan manis yang dilalui selama bertahun-tahun dapat berbuah prestasi di panggung kontinental.
