Mood Fabrics Hadir di Chicago dengan Konsep Showroom Baru di Loop

mood fabrics - ilustrasi berita Mood Fabrics Hadir di Chicago dengan Konsep Showroom Baru di Loop

Mood Fabrics membuka pintu bagi pencinta kain di Chicago melalui konsep showroom baru yang akan ditempatkan di jantung Loop. Showroom ini menandai kehadiran pertama perusahaan di wilayah Midwest, dengan alamat di 109 S. State St., berbagi blok dengan hotel Palmer House.

mood fabrics - ilustrasi berita Mood Fabrics Hadir di Chicago dengan Konsep Showroom Baru di Loop

Perusahaan mengatakan showroom seluas hampir 2.000 kaki persegi itu akan menampilkan lebih dari 10.000 sampel kain dan ribuan aksesori seperti kertas pola, perlengkapan jahit, dan resleting. Menurut rencana, akan ada soft opening pada pertengahan Agustus dan grand opening pada September.

Mood Fabrics dan jejak ‘Project Runway’

Nama Mood Fabrics sudah melekat kuat di dunia mode sejak awal 2000-an, setelah menjadi lokasi syuting untuk acara kompetisi desain busana yang populer. Hubungan panjang itu membantu mengangkat profil Mood menjadi merek dengan pengenalan global. Warisan tersebut tetap terasa hingga kini, bahkan ketika perusahaan berekspansi dengan format toko yang berbeda dari ciri khasnya sebagai gudang kain besar.

Konsep showroom: pengalaman sentuh dan pemesanan digital

Alih-alih menghadirkan gulungan kain yang besar seperti di toko flagship mereka, showroom Chicago dirancang sebagai ruang yang rapi dan teratur, layaknya perpustakaan kain. Setiap sampel akan diberi QR code sehingga pengunjung bisa memindai dan memesan kain langsung melalui situs web perusahaan. Pengiriman umumnya diperkirakan tiga sampai tujuh hari kerja, dan tersedia opsi pengambilan di toko.

Elana Cohen, direktur operasi ritel dan pengalaman Mood Fabrics, menjelaskan bahwa banyak pembuat modern tidak selalu ingin berkeliling gudang yang sangat luas. ‘Itu bisa bikin kewalahan bagi orang, juga merepotkan kalau harus membawa pulang banyak kain,’ katanya. Dengan model showroom, pelanggan dapat meraba, menguji drapasi, dan menilai warna secara langsung—hal yang sering sulit saat belanja online.

Lokasi strategis dan hubungan dengan komunitas kreatif

Pemilihan lokasi showroom tidak lepas dari pertimbangan kedekatan institusi pendidikan. Site di Loop tersebut dekat dengan School of the Art Institute of Chicago dan Columbia College, sehingga membuka peluang kolaborasi dan akses yang lebih mudah bagi mahasiswa desain. Pendekatan ini juga muncul setelah penutupan beberapa pengecer kain besar, yang dianggap meninggalkan area ‘underserved’ atau kurang terlayani.

Model showroom yang diperkenalkan perusahaan dimaksudkan tidak hanya sebagai titik transaksi, tetapi juga ruang komunitas. Di showroom Atlanta — yang dibuka pada bulan April — Mood sudah menawarkan kelas berbayar, acara komunitas gratis, dan fasilitas di mana orang bisa membawa mesin jahit sendiri atau memakai mesin yang disediakan untuk mengerjakan proyek mereka.

Program acara dan pendidikan kreatif

Di Atlanta, jadwal acara termasuk pertemuan komunitas gratis, lokakarya membuat tas tote, serta demo pengenalan pembuatan pola dengan biaya terjangkau. Ada juga lokakarya tentang bisnis mode yang menawarkan wawasan praktis untuk para pencipta. Mood berencana menghadirkan acara dan lokakarya serupa di showroom Chicago sebagai bagian dari upaya untuk membangun ruang bagi para kreatif bertemu, belajar, dan berbagi.

Cohen menegaskan bahwa meskipun model showroom berbeda dari pengalaman ‘menggali’ kain di flagship, kedua format tetap melayani jenis pelanggan yang berbeda. Ada pelanggan yang menikmati pencarian dan eksplorasi di antara deretan kain, dan ada pula pelanggan pemula yang butuh pengalaman yang lebih terarah dan ramah.

Sejarah singkat dan rencana ekspansi

Mood didirikan pada 1991 oleh Jack Sauma, lalu diteruskan kepada putranya, Philip dan Eric. Semula beroperasi sebagai grosir kain, perusahaan beralih ke ritel dan pada 2001 menempati gudang besar seluas 40.000 kaki persegi di distrik Garment, New York. Pihak perusahaan mengatakan showroom menjadi salah satu cara cepat untuk menjangkau lebih banyak orang dan menguji pasar sebelum membuka toko flagship di lokasi baru.

Konsep showroom memungkinkan pembukaan lebih cepat dan pengelolaan ruang yang lebih ringkas, sekaligus mempertahankan fungsi sebagai ruang penciptaan. Mood menyatakan targetnya adalah membuat kain lebih mudah diakses bagi banyak orang dan menghadirkan pengalaman langsung yang melengkapi belanja online.

Dengan hadirnya showroom di Chicago, para perancang, pelajar, dan penggemar kain di Midwest mendapat akses ke koleksi sampel yang luas sekaligus kesempatan mengikuti kelas dan bertemu komunitas kreatif setempat. Rencana soft opening pada pertengahan Agustus menjadi langkah awal untuk mengenalkan konsep ini sebelum perayaan pembukaan resmi pada September.